Archive for March, 2009

Jangan Tangisi Apa Yang BUKAN Milikmu

3220667867_781644a2cd_m

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri..” (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: “Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. ” Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu’min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
“Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri..” (al-Hadiid: 22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: “Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. ” Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu’min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Leave a comment »

Tanda Diri Sudah MATANG

  • Anda dapat bertenang dan bersabar seandainya hajat anda tidak tercapai
  • Anda mampu menyembunyikan perasaan anda yang luka dan tersinggung oleh seseorang dalam kumpulan dan berlaku sebagai biasa
  • Anda tidak merasa iri hati bila melihat orang lain dipuji dan disanjung
  • Anda dapat menghadapi kebencian orang yang anda benar-benar merasa tidak sewajar dengan mereka
  • Anda mampu menguasai nafsu gelojoh walaupun anda ingin mendapat perkara yang anda fikir boleh dapat
  • Anda dapat menahan rasa sakit hati dan malu seandainya anda tidak dapat hidup setaraf dengan rakan sejawat anda yang lain
  • Anda terus berlaku adil dan saksama walaupun suasana sekeliling menghalang maksud anda
  • Anda dapat menerima kritikan atau salah faham orang tanpa memperbesar-besarkannya
  • Anda memandang jauh ke depan, umpamanya dengan sabar menangung kesusahan demi kepentingan masa depan, tanpa merasa resah, bimbang dan ragu.
  • Anda memberi persetujuan kepada pendapat-pendapat yang anda tidak setujui dalam perdebatan tanpa merasa sakit hati atau tidak senang
  • Anda berbahagia bersendirian dengan mempunyai satu kegemaran atau hobi yang benar-benar anda minati
  • Anda mengaku dengan jujur tidak tahu bila anda betul-betul tidak tahu, tanpa merasa malu
  • Anda menghadapi orang-orang tua atau orang-orang yang lebih berpengaruh tanpa sentiasa berusaha untuk menimbulkan kesan-kesan negatif
  • Anda akan cuba melakukan sesuatu dengan sederhana bukannya berlebih-lebihan untuk menunjukkan bahawa anda dapat melakukannya dengan lebih sempurna
  • Anda dapat mendahulukan kepentingan orang lain walaupun anda tidak merasa senang kerananya
  • Anda boleh berlaku wajar dan saksama terhadap orang-orang yang tidak anda sukai
  • Anda dapat menwujudkan rasa kasih-sayang, cinta atau boleh bersahabat tanpa mendapat tempat yang utama dalam hidup mereka
  • Sekiranya anda lelaki, anda dapat bekerjasama atau bersahabat dengan wanita tanpa mengambil apa-apa kesempatan ke atas mereka
  • Sekiranya anda wanita, anda dapat bekerjasama atau bersahabat dengan orang lelaki secara baik, disenangi dan dihormati mereka.

3274763742_b0761bdf3b

Leave a comment »

Bila Guru Mentafsir CINTA..

GURU FIZIK
Cinta adalah merupakan daya tarik – menarik antara kutub positif (lelaki) ke kutub yang tak sejenisnya (tentulah sidia)

GURU BIOLOGI
Cinta merupakan cara mempelajari hubungan antara makhluk hidupan dengan lingkungannya

GURU KIMIA
Cinta merupakan tindakbalas kimia yang tidak diketahui unsurnya

GURU MATEMATIK
Cinta adalah satu cara untuk menentukan daerah ketidaksamaan antara dua garis yang tidak sejajar

GURU PENDIDIKAN ISLAM
Jangan sekali-kali meninggalkan cinta tetapi jangan terlalu dekat padanya kerana hidup ini penuh dengan iblis dan syaitan yang sanggup menggoda manusia untuk membuat dosa dan cinta adalah sasaran dosa

GURU PENDIDIKAN MUZIK
Cinta adalah ibarat irama dan lagu yang tidak dapat dipisahkan

GURU EKONOMI
Cinta merupakan keperluan manusia yang harus dipenuhi sama ada secara langsung atau tidak langsung

GURU SEJARAH
Cinta akan hanya akan menjadi cinta sekiranya ianya tepat dan benar. Tapi jangan lupa jika ada sebab, pasti ada akibatnya.

GURU GEOGRAFI
Cinta adalah seperti 4 musim yang melanda kebanyakan Negara Eropah….kadangkala berbunga, kadangkala panas, kadangkala dingin dan kadangkalanya luruh

GURU BAHASA
Cinta dianggap indah kerana di dalamnya ada satu kesatuan yang harmonis antara bentuk bahasa dan isinya

Leave a comment »

CINTA Serikandi ISLAM

Yang dicari,
Walau bukan putera raja, biarlah putera agama,
Yang diimpi,
Biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata

Yang dinilai,
Bukan sempurna sifat jasmani,
Asal sihat ruhani, sempurna hati,
Yang diharap,
Bukan jihad pada semangat,
Asal perjuangannya ada matlamat,
Yang datang,
Tak perlu rijal yang gemilang.

Kerana aku serikandi dengan silam yang kelam,
Yang dinanti,
Bukan lamaran dengan permata,
Cukuplah akad dan janji setia,
Yang akan terjadi,
Andai tak sama kehendak hati,
Aku redha ketetapan Ilahi,
Itulah ketentuan sejak azali…

Leave a comment »

Badak Sumbu & Si monyet

Alhikayat, dalam sebuah hutan ada seekor badak sumbu dan seekor monyet. Mereka ni memang tak pernah baik, selalu jer bertengkar. Padasuatu hari, sedang mereka bertengkar, mereka terjumpa sebuah pelita ajaib. Dipendekkan cerita, setelah digosok, keluarlah seorang jin. Jin itu setuju untuk mengabulkan tiga permintaan bagi kedua-dua menatang itu.

Permintaan 1 Badak : Saya mau semua badak sumbu di dalam hutan ini adalah betina, kecuali saya. Hehe.

Permintaan 1 Monyet : Saya mau sebuah motor Harley Davidson.

Jin tu kelip mata, bling.. Semua badak lain kat situ jadi betina, pastu ada sebuah Harley Davidson 1300cc warna hitam.

Permintaan 2 badak : Saya mau semua badak sumbu kat negeri pahang ni betina kecuali saya. Hehe.

Permintaan 2 monyet : Saya mau jaket kulit hitam dengan helmet Shoei.

Jin tu kelip mata lagi, bling.. Semua badak di pahang dah jadi betina, dan monyet tu pun dapat barang-barang mat motornya tu..

Lepas tu jin tu kata “Ini permintaan terakhir kamu, pikirlah dengan baik-baik.”

Badak tu pikir sejenak lepas tu kata ” Saya mau semua badak sumbu kat Malaysia ni betina yang cun melencun gilerrr, kecuali saya”.

Jin tu pun kelipkan mata and then bling.. Maka tinggallah badak tu satu-satunya badak jantan satu Malaya nih.

“Hah monyet, awak nak apa pulak? Kasut boot kulit ke?” tanya Jin.

Monyet tu memakai helmetnya, naik atas motor Harleynya, start enjin, kemudian melihat pada badak yang tersengih lebarr tu, “Saya mau badak tu jadi GAY.”

Jin tu pun kelipkan mata, bling.. Maka meraunglah badak sumbu tu sepuas-puasnya. “Mana aku nak cari badak jantan ni nyah.. Ish, tak kuaassa nyah.”

Comments (4) »